Rokan Hilir – (suarapesisirrokan.com) Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Pemkab Rohil) menyambut pergantian tahun 2026 dengan menggelar Tausiyah dan Doa Bersama di Halaman Kantor BPKAD, Jalan Merdeka, Bagansiapiapi, Rabu (31/12/2025) malam. Namun, kekhidmatan acara tersebut ternoda oleh rendahnya tingkat kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kegiatan yang mengusung tema “Tahun 2026 M/1447 H, Momentum Pembaharuan Diri dan Spirit Kesederhanaan Menuju Perubahan” ini dihadiri langsung oleh Bupati Rokan Hilir H. Bistamam, Sekretaris Daerah (Sekda) Fauzi Efrizal, Wakil Ketua DPRD Imam Suroso, serta jajaran Forkopimda.
Meski acara berjalan lancar, Sekretaris Daerah Fauzi Efrizal tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Ia menyoroti minimnya partisipasi pegawai yang seharusnya menjadi teladan dalam kegiatan pembinaan mental dan spiritual tersebut.
“Saya merasa kecewa melihat kehadiran ASN yang tidak maksimal. Padahal ini adalah kegiatan positif berupa tausiyah agama dan doa bersama untuk kebaikan negeri yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah,” ujar Fauzi Efrizal dengan nada tegas di hadapan awak media.
Kekecewaan Sekda selaku pembina kepegawaian yang bertugas membantu Bupati juga beralasan karena baru seminggu yang lalu Bapak Bupati Rokan Hilir menyerahkan SK PPPK Paruh Waktu sebanyak 2. 467 orang sebagai komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraaan tenaga kerja di daerah, akan tetapi melihat dari kondisi ini sangat rendahnya disiplin dan kepatuhan ASN dalam melaksanakan kewajibannya sehingga tidak sejalan dengan semangat pengabdian yang seharusnya ditunjukan oleh ASN itu sendiri selaku abdi negara dan masyarakat.
“Seharusnya ASN menjadi contoh bagi masyarakat. Apalagi kita baru saja memberikan kepastian status melalui SK PPPK Paruh Waktu dalam jumlah besar. Ini menyangkut integritas dan rasa syukur,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, Sekda menegaskan akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kedisiplinan pegawai di setiap unit kerja. Ia berjanji akan mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Saya akan memanggil seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memberikan teguran keras. Kepala OPD harus bertanggung jawab membina ASN di lingkungannya masing-masing. Kita ingin momentum 2026 ini benar-benar menjadi perubahan nyata, bukan sekadar slogan,” pungkas Fauzi.
Acara yang diisi dengan ceramah agama dan doa lintas tokoh tersebut tetap berlangsung hingga detik-detik pergantian tahun, dihadiri pula oleh para Asisten, Staf Ahli, pimpinan pondok pesantren, serta tokoh masyarakat setempat.









