Melalui Virtual, Bupati Rohil Ikuti Rapat Evaluasi Percepatan Pembangunan KMP Bersama Presiden RI

DAERAH, Kabupaten Rohil1894 Dilihat

Rokan Hilir – (suarapesisirrokan.com) Bupati Rokan Hilir H.Bistamam bersama Komandan Kodim Letkol Inf Diki Apriyadi serta jajaran pemerintah daerah Rohil lainnya mengikuti rapat evaluasi percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dipimpin langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto melalui virtual pada hari Selasa (25/11/2025) di Lantai 8 Kantor Bupati Rohil Jalan Lintas Pesisir Batu Enam Bagansiapiapi Rohil, Provinsi Riau.

Rapat evaluasi yang dipimpin langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto tersebut di hadiri Panglima TNI Jendral Agus Subiyanto dan Wakil Panglima Jendral TNI Tandyo Budi Revita, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Dirut PT. Agrinas Joao Angelo De Sousa Mota serta di ikuti para Pangdam, Danrem, serta Kepala daerah se-Indonesia. Melalui virtual rapat juga di ikuti oleh Bupati Rohil H Bistamam, Dandim 0321 Rohil Letkol Inf Diki Apriyadi, Sekda Rohil Fauzi Efrizal, Kepala OPD terkait, Wadanramil Bangko Kapten Karmila, Pasiter Kirim 0321 Kapt.Inf ZH. Sinaga, Camat Bangko Aspri Mulya, Kabid Aset BPKAD Azwin serta staf dilingkungan Pemkab Rohil lainnya.

Presiden RI, Prabowo Subianto menyampaikan ucapan terima kasih kepada Panglima TNI, Mendagri, para Pangdam, Gubernur, Danrem dan Kodim serta para Kepala Daerah yang telah hadir dan mengikuti rapat evaluasi percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih ini secara langsung maupun virtual.

“Saya ingin sedikit memberi penjelasan apa artinya kita membangun koperasi Desa/Kelurahan ini dan kenapa ini penting. Karena Koperasi Merah Putih merupakan program penyelamatan ekonomi bangsa. Kita harus swasembada pangan dimulai saat ini hingga kedepannya,” kata Presiden Prabowo Subianto.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen serius pemerintahannya untuk mencapai swasembada pangan sebagai prioritas utama untuk pembangunan ekonomi nasional, kemandirian, dan kedaulatan bangsa. Tujuan utamanya adalah untuk mengurangi ketergantungan pada impor dan memastikan sumber daya alam Indonesia (SDA) dikelola untuk kesejahteraan rakyat, bukan dikuras oleh pihak asing. Swasembada pangan jelasnya dipandang sebagai kunci kemerdekaan bangsa dan kemampuan untuk bertahan di tengah krisis global, serta fondasi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang kuat.

Presiden juga menyampaikan bahwa dalam pengamatannya, sistem ekonomi Indonesia telah terjadi penyimpangan dari pasal 33 Undang-undang dasar 1945. Diharapkannya, unsur pimpinan di negara ini harus meyakini bahwa Undang-undang Dasar 1945 dari mulai pembukaannya sampai ke pasar-pasalnya itu adalah hasil pengalaman dan buah pemikiran dari pendiri-pendiri bangsa kita melalui suatu perjuangan yang berat.

” Tujuan kita bernegara adalah untuk melindungi rakyat, melindungi segenap tumpah darah, melindungi dari ancaman-ancaman fisik, ancaman kemiskinan, ancaman kelaparan serta ancaman terhadap kedaulatan negara.,” terangnya.

Pasal 33 UUD 1945 jelas Prabowo, merupakan dasar sistem ekonomi Indonesia yang berlandaskan demokrasi ekonomi yang mengutamakan asas kekeluargaan, kebersamaan, dan kemakmuran rakyat secara keseluruhan, bukan hanya individu. Pasal ini menegaskan bahwa cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Tahun 2025 ini, dikatakan Presiden Prabowo bahwa ia melihat beberapa negara yang berhasil menekan angka kemiskinan dan bangkit menjadi negara berkembang bahkan menjadi negara maju dengan menegakkan sistem atau faham ekonomi seperti yang tertuang dalam pasal 33 UUD 1945 yaitu kekayaan SDA harus dikuasai oleh bangsa itu sendiri. Kekayaan alam harus dikuasai oleh bangsa Indonesia seperti terlihat pada ekonomi negara Qatar, Arab Saudi, Kuwait, Emirat dan sebagian negara di Afrika.

“Kita harus berani untuk menegakkan Undang-Undang Dasar kita, banyak pihak asing yang menginginkan pasal 33 UUD 1945 untuk dirubah atau di hapuskan agar pihak luar dapat dengan mudah menguasai SDA kita. Itulah Kenapa pentingnya Koperasi Desa Merah Putih ini kita bangun, agar ekonomi bangsa Indonesia terselamatkan, dari ekonomi menengah kebawah dapat hidup kembali,” bebernya.

Prabowo mengibaratkan suatu bangsa itu tumbuh dan hidup di atas tanaman, karena pangan tidak jatuh dari langit tapi pangan didapat dengan ditanam diatas tanah yang cocok, air yang cocok serta iklim yang cocok. Selama ini jelas Prabowo Subianto lagi, bangsa kita telah begitu lama mengikuti sistem kapitalisme, liberalisme dan kita percaya dengan sistem mereka, tapi akhirnya banyak SDA kita habis di kuras, kekayaan alam Indonesia banyak dibawa ke luar negeri.

Presiden Prabowo Subianto juga menghimbau kepada TNI-Polri, Gubernur, Bupati, Camat Seluruh Indonesia harus menjalankan tanggung jawab jabatan dengan sebaik-baiknya dan jangan mau terpengaruh oleh pihak pihak yang merongrong negeri ini. Koperasi Merah Putih merupakan program penyelamatan ekonomi bangsa, untuk itu program swasembada pangan, swasembada air harus tercapai . Pemerintah Indonesia akan membangun 80.000 KMP termasuk didalamnya Koperasi Nelayan, disana akan ada subsidi tanpa banyak pihak pihak yang ingin mengambil keuntungan.

” Kita sekarang harus berjuang keras untuk memperbaiki kehidupan ekonomi rakyat kita dari Imprealisme. Insyaallah sebentar lagi Indonesia akan swasembada beras, swasembada kedelai dan swasembada gula serta kemudian akan menyusul swasembada jagung. Saat ini rakyat terus menunggu tanggung jawab kita, keberanian kita untuk setia kepada tanah air dan tidak terpengaruh sogokan dari siapapun. Rakyat berharap pemerintahan yang bersih, yang adil. Institusi yang adil dan siap mati untuk bangsa dan rakyat,” tegasnya mengakhiri.

Sementara itu Wamendagri RI Bima Arya Sugiarto meminta pemerintah daerah mendukung percepatan pendataan aset lahan milik pemerintah. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih, seperti gerai dan pergudangan.

“ Percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih masuk visi-misi Presiden dan termasuk salah satu Program Strategis Nasional. Untuk mempercepat proses pembangunan gerai dan gudang tersebut butuh dukungan dan langkah konkret dari para kepala daerah untuk menjadikan pendataan lahan ini sebagai prioritas daerah,” kata Wamendagri.

Lanjutnya,” kami juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh Dandim dan Kepala daerah atas sinergi yang terjalin, sehingga pendataan lahan berjalan dengan sangat cepat. Progresnya sampai hari ini dari portal agritas kami mendapatkan angka 15.979 dari 27.000 yang di targetkan. Namun diharapkan pada rekan-rekan Kepala Daerah semua untuk memenuhi target hingga akhir tahun dan di awal tahun 2026,” ujarnya.

Sementara itu Dirut PT Agrinas Nusantara ,Joao Angelo De Sousa Mota
juga mengapresiasi langkah-langkah positif para kepala daerah dan Dandim di lapangan untuk melakukan percepatan pembangunan KDMP ini.

” Kami benar-benar merasakan dukungan dan support dari pemerintah Desa maupun kecamatan di setiap desa dan Kelurahan. Ini menjadi suatu anime luar biasa yang harus kita sama-sama apresiasi. Permasalahan dilapangan memang ada tapi kami satu kali 24 jam siap mendengarkan permasalahan yang teman-teman hadapi di lapangan dan akan kami diskusikan dan diselesaikan di level yang lebih tinggi,” ujarnya.

Sedangkan Wakil Panglima TNI, Jendral TNI Tandyo Budi Revita menyampaikan bahwa dari 27 000 titik, yang sudah terealisasi sekitar 15.000, jadi ada kurang lebih 12.000 lagi. Hal ini bisa disinergikan agar pada awal tahun 2016 target 27.000 titik dapat terealisasi dan telah beroperasi.

Bupati Rohil H Bistamam pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pemerintah daerah Rohil siap mendukung percepatan pembangunan KDMP yang masuk Program Strategis Nasional Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Bupati berharap melalui OPD terkait khususnya tentunya pada opd terkait Dinas Koperasi dan UKM terus melakukan sosialisasi ke masyarakat tentang keberadaan Koperasi Desa Merah Putih ini. Jika Koperasi ini sudah terbentuk kegiatan ini sudah terbentuk namun belum tau mau berbuat apa, maka Pemda akan melihat potensi-potensi yang ada di masyarakat. Karena Koperasi ini bergerak dari masyarakat untuk masyarakat.

“Kita akan terus berusaha untuk melakukan percepatan pembangunan Koperasi Merah Putih ini sebagai yang diharapkan pak presiden kita. Mengingat waktu sudah mepet, setelah ini kita harus ada rapat dengan Camat dan Penghulu maupun Lurah yang menjadi locus dari beberapa pelaksanaan pembangunan fisik Koperasi Merah Putih,” kata Bupati .

Untuk daerah Rohil terang Bupati ada
184 Koperasi sementara lokasi yang sudah disiapkan oleh PT Agrinas itu hanya sebanyak 120 Koperasi. Kita sama-sama mencoba melakukan langkah-langkah konkrit sehingga proses pelaksanaan, terutama untuk koperasi merah putih ini bisa terwujud dengan sebaik-baiknya.

“Kita akan upayakan dalam rapat berikutnya untuk menghadirkan pihak perusahaan yang ada di Rohil. Disitu kita minta program dari CSR perusahaan untuk memberikan support kepada pendirian kantor KDMP ini, karena perusahaan punya kewajiban untuk melakukan pembinaan terhadap masyarakat yang ada di lokasi mereka,” jelasnya.

 

Sumber : Diskominfotik Rohil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *