Penyelesaian Damai, Pihak Guru dan Orang Tua Sepakat Selesaikan Insiden Sandal di Lingkungan Sekolah Secara Kekeluargaan

DAERAH, Kabupaten Rohil2360 Dilihat

Sinaboi – (suarapesisirrokan.com) Insiden terkait penertiban penggunaan sandal yang berujung pada tindakan pengguntingan sepasang sandal oleh oknum guru di SMPN 3 Sinaboi telah mencapai titik terang. Melalui proses mediasi yang melibatkan berbagai pihak, kedua belah pihak, yaitu guru dan orang tua siswa, telah sepakat untuk berdamai dan menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Jumat 14/11/2025

Kesepakatan damai ini dicapai dalam sebuah pertemuan mediasi yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan. Diantaranya Kabid Tendik Disdikbud Rohil Hendra, Camat Sinaboi, Korwil Bidang Pendidikan Sinaboi, Lurah Sinaboi, kepala sekolah, wali murid, serta tenaga pendidik SMPN 3 Sinaboi.

Saat dikonfirmasi, Kepala Disdikbud Rohil H. M. Nurhidayat melalui Kabid Tendik Hendra menjelaskan kronologi kejadian. Peristiwa ini bermula ketika 12 siswa diketahui mengenakan sandal di area sekolah, yang seharusnya menggunakan sepatu. Dari jumlah tersebut, dua pasang sandal milik siswa digunting oleh guru yang bersangkutan sebagai bentuk penertiban disiplin. “Alasan penggunaan sandal oleh kedua siswa tersebut karena sepatu mereka berada di rumah,” jelas Hendra.

Setelah kejadian tersebut, dilakukan pertemuan mediasi untuk mendengarkan keterangan dari masing-masing pihak. Dalam pertemuan tersebut, guru yang bersangkutan telah menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas tindakannya. “Permohonan maaf ini diterima oleh pihak orang tua siswa, dan kedua belah pihak kesepakatan damai,” tambah Hendra.

Sebagai bagian dari solusi damai, pihak dinas pendidikan dan aparat yang hadir sepakat untuk memberikan bantuan kepada siswa yang terdampak guna membeli sepatu baru. Bantuan ini diserahkan secara simbolis dalam kesempatan tersebut, menandai komitmen bersama untuk memastikan hak pendidikan siswa tetap terpenuhi tanpa hambatan.

Dengan adanya kesepakatan damai ini, diharapkan persoalan dapat dianggap selesai dan tidak berlarut-larut. Semua pihak berkomitmen untuk menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran berharga mengenai pentingnya komunikasi yang baik dan penerapan aturan sekolah yang bijak di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *