Rokan Hilir – (suarapesisirrokan.com) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), H. M. Nurhidayat, SH, MH, menyatakan keprihatinannya mendalam atas insiden guru yang menggunting sandal salah satu siswa di SMPN 3 Sinaboi
Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp (14/11/2025) Nurhidayat menjelaskan, berdasarkan informasi awal, tindakan tersebut dipicu oleh kedisiplinan, di mana siswa yang bersangkutan telah berulang kali ditegur karena tidak mengenakan sepatu ke sekolah, namun teguran tersebut tidak diindahkan.
“Kami turut prihatin atas kejadian ini. Sebenarnya guru tersebut merasa dilema, namun karena siswa sudah beberapa kali ditegur dan tidak mengindahkan, jadilah guru menggunting sandalnya,” ujar Nurhidayat.
Meskipun memahami niat guru untuk mendisiplinkan siswa, M. Nurhidayat menegaskan tidak membenarkan metode yang digunakan. Ia menyayangkan keputusan untuk merusak properti siswa.
“Seharusnya jangan digunting, tapi sandalnya disimpan di sekolah dan biarkan siswa itu pulang tanpa menggunakan alas kaki sebagai bentuk hukuman dan efek jera,” tegasnya.
Pada prinsipnya, dinas memahami tindakan guru tersebut yang ingin menegakkan disiplin, mengingat saat kejadian ada sekitar 13 siswa yang tidak memakai sepatu. Namun, Kadis menekankan pentingnya memilih metode pendisiplinan yang tepat dan tidak merugikan.
Ia juga mengajak pada semua pendidik dan tenaga kependidikan untuk senantiasa peka terhadap setiap persoalan jadikan persoalan ini sebagai pembelajaran.”ajak Nurhidayat
Untuk mendalami permasalahan ini lebih lanjut, hari ini juga Kepala Bidang Tenaga Pendidik (Kabid Tendik) dan pengurus PGRI setempat telah diterjunkan langsung ke SMPN 3 Sinaboi untuk melakukan investigasi dan mediasi.









